0

Imam Abu Bakar al-Baqillani; Ulama Cerdas Pembabat Mazhab Sesat

Di antara manusia cerdas di muka bumi ini pada zamannya adalah seorang ulama besar bernama Abu Bakar Al-Baqillani. Beliau merupakan tokoh utama Asy’ariyah sepeninggal Abu Hasan Al-Asy’ari. Al-Baqillani seorang ulama pakar ilmu kalam bermazhab Asy’ariyah. Memiliki kecakapan dan fasih dalam menjelaskan seputar ilmu kalam. Tak ayal, karya-karya beliau dalam disiplin ilmu yang satu ini lebih fokus pada mengonter pemikiran Syiah Rafidhah, Muktazilah, Jahmiyah, Khawarij, dan mazhab kalam sesat lainnya.

Al-Baqillani lahir di Kota Bashrah, kota terbesar kedua di Irak setelah Baghdad. Al-Baqillani dilahirkan dengan nama lengkap Abu Bakar Muhammad bin Thayyib bin Muhammad Al-Baqillani, nisbat kepada Daerah Baqila’. Beliau hidup pada masa awal pemerintahan Dinasti Buwaihi, sekitar pertengahan abad ke empat sampai awal abad ke lima hijriah.

Beliau tinggal di Baghdad dan ia belajar hadits kepada Abu Bakar bin Malik al-Qathi’i, Abu Muhammad bin Musa, dan Abu Ahmad Husein an-Naisaburi. Kemudian belajar ilmu fikih kepada Abu Bakar al-Abhuri sedangkan ilmu kalam ia belajar langsung kepada Abu Abdullah Bakar bin Mujahid al-Bashri ath-tha’i) dan Abu Hasan al-Bahili. Keduanya adalah murid langsung Imam al-Asy’ari, pencetus mazhab kalam Asya’irah.
Al-Baqillani juga prototipe ulama yang produktif yang menghargai waktu. Tak ada waktu terbuang percuma baginya. Sehubungan dengan ini, Abdul Fattah Abu Ghuddah menuturkan dalam kitabnya, Qîmatuz-Zamân ‘Indal-Ulamâ, bahwasanya setiap malam, Abu Bakar Al-Baqillani senantiasa menulis kitab, dan tidak tidur sebelum selesai menulis kisaran 35 halaman.

Hebatnya lagi, menurut penuturan Imam Abu Bakar Al-Khawarizmi, kebanyakan penulis kitab di Baghdad kala itu, selalu merujuk kitab-kitab karangan orang lain, kecuali Al-Baqillani. Ia tidak pernah menukil kitab orang lain dalam mengarang kitabnya. Di antara karya Abu Bakar Al-Baqillani adalah I’Jâzul-Qur’ân, naskah aslinya tersimpan di salah satu Museum di Inggris), At-Tamhîd, manuskripnya tersimpan di Museum Istanbul dan Museum Paris), juga Al-Inshâf fi Asbâbil-Khilâf, Hidâyatul-Musytarsyidîn, Manâqibul-Aimmah, Risâlatul-Hurrah, al-Ibânah fi Ibthal-Madzhab Ahlil-Kufri wa Dhalâl, sedangkan yang khusus membantah pemahaman Syiah, Muktazilah dan Khawarij adalah At-Tamhîd fi al-Raddi alal Mulhidah wal Mu’aththilah wal Khawarij wal Mu’tazilah.

Imam al-Baqillani, juga seorang ulama yang sangat warak, zuhud, religius dan selalu menjaga dirinya dari perbuatan yang tercela. Abu Hatim al-Qozwini pun pernah berkata, bahwa sifat-sifat terpuji tersebut yang disembunyikan dari orang lain, lebih besar daripada yang ditampakkannya. Pujian terhadap al-Baqillani tidak hanya mengalir dari pengikut madzhab al-Syafi’i dan Maliki, bahkan pujian terhadapnya juga mengalir dari tokoh-tokoh pengikut madzhab Hanbali, seperti Abu al-Hasan at-Tamimi al-Hanbali yang berkata kepada murid-murid al-Baqillani.
sebagaimana Imam al-Juwaini (Imam Haramain) dan Imam Abu Hamid al-Ghazali, Al-Baqillani juga mempunyai andil besar dalam menyebarluaskan paham Asy’ariyyah. Hal ini bisa dibuktikan dengan karya-karya beliau dalam bidang ilmu kalam yang membabat habis pemikiran-pemikiran teologi yang menyimpang. Bahkan, bukan hanya dengan aliran dalam Islam, dengan pendeta dan orientalis, al-Baqillani sering berdebat dengan mereka.

Ada riwayat masyhur terkait perdebatan Abu Bakar al-Baqillani dengan orang kafir yang termaktub dalam Kitab Târîkh Baghdad. Kala itu, Abu Bakar Al-Baqillani menjadi delegasi atas permintaan Raja Irak pada tahun 381 untuk berdebat dengan kaum Nasrani di Konstantinopel. Ketika Raja Romawi mendengar berita kedatangan Abu Bakar Al-Baqillani, ia memerintahkan kepada para punggawanya untuk memperpendek ketinggian pintu.

Tujuannya, supaya Al-Baqillani terpaksa merundukkan kepala dan badannya ketika masuk seperti orang yang sedang rukuk, sehingga ia akan terhina di hadapan raja Romawi dan para punggawanya. Ketika Al-Baqillani mengetahui siasat ini, ia membalikkan badannya lalu berjalan masuk ke pintu dengan membelakangi raja dan para punggawanya. Melihat tindakan itu, raja Romawi menyadari bahwa saat itu ia sedang berhadapan dengan seorang ulama besar yang cerdik dan cendekia. Lalu,
Al-Baqillani masuk sembari menanyakan kabar tanpa mengucapkan salam karena adanya larangan dari Rasulullah saw mengawali mengucapkan salam kepada orang kafir.

Kemudian al-Baqillani menoleh kepada pendeta yang diagungkan sambil bertanya: “Bagaimana kabarmu, kabar keluargamu dan juga anak-anakmu?. Raja Romawi pun murka mendengar pertanyaan itu, lantas ia berteriak: “Tidakkah Anda tahu bahwa para pendeta kami tidak menikah dan tidak memiliki anak?”. Abu Bakar Al-Baqillani berkata: “Kalian menyucikan pendeta kalian dari pernikahan dan dari menghasilkan anak, kemudian kalian menuduh tuhan kalian menikahi Maryam dan memiliki anak Isa?”.

Raja Romawi berkata dengan penuh kemarahan: “Bisa Anda jelaskan tentang tuduhan zina yang dialamatkan kepada Aisyah?”. Al-Baqillani berkata: “Penuduh zina kepada Aisyah adalah orang-orang Rafidhah dan kalangan manusia munafik, demikian pula yang menuduh zina kepada Maryam adalah orang Yahudi. Namun, perbedaanya, Aisyah menikah dan tidak melahirkan, sedang Maryam melahirkan tanpa pernikahan. Jadi mana yang lebih berhak mendapatkan tuduhan kebatilan itu, dan mustahil keduanya melakukan tuduhan itu, semoga Allah meridhai keduanya.”

Mendengar penjelasan hebat itu raja Romawi menjadi kecele, ia lantas bertanya lagi:
“Apakah nabi kalian berperang dan berada di barisan terdepan, dan apakah ia terkadang pernah kalah?”. Abu Bakar al-Baqillani menjawab dengan tegas: “Iya”.
Raja Romawi tersenyum sumringah, lalu berkata: “Nabi kok kalah perang”.
Abu Bakar Al-Baqillani menimpali: “Tuhan kok disalib”.
Mendengar jawaban skakmat itu, semuanya terbungkam, termasuk raja dan pendeta yang hadir dalam perdebatan itu.

Abu Bakar al-Baqillani wafat pada hari Sabtu di Daerah Qin Bulan Dzulkadah tahun 403 H. Abul Fadhl at-Tamimi tokoh utama madzhab Hanbali sangat menghormati beliau dan menuturkan bahwa al-Baqillani telah menulis karya setebal 70.000 lembar.[]

Oleh: Moh. Afifuddin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simple Order
Order cepat tanpa ribet langsung melalui form whatsapp.
Fast Respons
Kami siap melayani dan merespons order Anda dengan cepat.
Quality Products
Kami hanya menjual produk yang benar benar bermutu dan berkualitas.
Temukan kami di :

Kunjungan

0004291
Visit Today : 12
Visit Yesterday : 17
This Month : 368
Total Visit : 4291

Pembayaran

Pengiriman

Jam Operasional

Sabtu - Kamis ( 08.00 s/d 15.00 )
Hari Minggu Buka
Hari Libur Islami dan Nasional TUTUP - Sabtu ( 07.00 s/d 15.00 )
Butuh Bantuan ?

Keranjang Belanja

×

Ups, Belum ada barang di keranjang belanja Anda.

Belanja Sekarang !

Form Bantuan Whatsapp!

×